Peringatan Risiko. CFD adalah instrumen keuangan yang kompleks. Pastikan Anda memahami risikonya sebelum berdagang.

Pelajari lebih lanjut
Fusion Markets Logo

Belajar

Apa Saja Kelas Aset yang Berbeda

Pelajari kelas aset paling populer dalam trading: FX, komoditas, indeks, saham, kripto, dan obligasi. Pahami keunikan masing-masing, bagaimana pergerakannya, dan mengapa para trader menyukainya.
Pemula7 mins
YouTube thumbnail

Transkrip Video

 

Secara umum, FX dianggap sebagai favorit di kalangan trader ritel karena sangat sensitif terhadap peristiwa ekonomi, memberikan banyak peluang trading. Pasangan mata uang utama memiliki likuiditas tinggi dan diperdagangkan 24 jam sehari selama 5 hari seminggu. FX diperdagangkan dalam pasangan, memungkinkan trader mengambil posisi arah dari satu mata uang terhadap yang lain.

Selanjutnya, kita beralih ke kelas aset berikutnya: komoditas. Komoditas adalah beberapa aset tertua yang pernah diperdagangkan — barang fisik seperti emas, minyak, atau bahkan kopi. Meskipun kebanyakan dari kita tidak akan pernah menerima barel minyak secara fisik, kita tetap dapat memperdagangkan harganya.

Terdapat tiga jenis utama:
Logam mulia seperti emas dan perak, dengan emas sering digunakan sebagai aset lindung nilai ketika risiko geopolitik meningkat.
Logam dasar seperti tembaga, yang biasanya sangat dipengaruhi oleh ekspektasi pertumbuhan global.
Energi seperti minyak mentah dan gas alam, yang bergerak berdasarkan permintaan global, keputusan OPEC, dan kondisi cuaca.
Terakhir, sektor pertanian seperti jagung atau gandum, yang dipengaruhi oleh panen, cuaca, serta pasokan dan permintaan.

Secara umum, harga komoditas ditentukan oleh keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Ketika pasokan berkurang atau permintaan meningkat tajam, harga dapat bergerak dengan cepat. Volatilitas ini menarik bagi trader jangka pendek yang mencari peluang besar.

Kelas aset berikutnya adalah Indeks Saham. Selain FX dan komoditas, indeks utama juga merupakan favorit para trader. Bagi trader ritel, memilih saham individu bisa terasa rumit, sehingga indeks menjadi alternatif praktis karena mewakili sekumpulan saham perusahaan besar. Misalnya, S&P500 melacak 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat, sementara NASDAQ 100 lebih berfokus pada sektor teknologi. Jika tidak ingin bertransaksi di pasar AS, trader dapat memilih DAX (Jerman) atau FTSE100 (Inggris). Beberapa ETF juga memungkinkan trader berfokus pada sektor ekonomi tertentu seperti Teknologi, Energi, atau Kesehatan. Indeks biasanya lebih stabil dibanding saham individu, namun tetap menawarkan volatilitas yang cukup bagi trader harian atau swing trader. Seperti FX, indeks juga sangat responsif terhadap peristiwa ekonomi.

Kelas aset berikutnya adalah Saham CFD. Saat orang memikirkan pasar, mereka biasanya membayangkan membeli saham perusahaan besar seperti Apple, Microsoft, Google, Tesla, atau Amazon. Investor membeli saham untuk kepemilikan, pertumbuhan jangka panjang, atau dividen. Namun, trader CFD tidak memiliki saham tersebut; mereka hanya mencari keuntungan dari pergerakan harga, baik naik maupun turun. Harga saham bergerak karena berbagai faktor seperti laporan laba, peluncuran produk, perubahan manajemen, atau berita ekonomi global. Musim laporan laba kuartalan sering menciptakan volatilitas besar, terutama pada 7 saham teknologi utama — Google, Microsoft, Apple, Amazon, Meta, Tesla, dan Nvidia — yang menyumbang hampir 60% kapitalisasi NASDAQ100.

Selanjutnya, ada Kelas Aset Kripto. Bitcoin adalah yang paling terkenal, tetapi jumlah kripto telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak trader menyukai kripto karena dapat diperdagangkan 7 hari seminggu, bahkan di akhir pekan saat pasar tradisional tutup. Selain itu, volatilitas kripto sangat tinggi — perubahan dua digit dalam beberapa jam bukan hal yang aneh. Dengan CFD, trader dapat memperdagangkan pergerakan harga tanpa harus khawatir tentang dompet digital atau keamanan penyimpanan.

Terakhir, kita memiliki Obligasi. Meski jarang diperdagangkan oleh trader ritel, obligasi sangat penting di pasar keuangan. Pergerakan imbal hasil obligasi memengaruhi hampir semua hal — dari mata uang hingga saham. Misalnya, imbal hasil yang meningkat cenderung memperkuat dolar, sementara penurunan suku bunga sering mendukung pasar saham. Memahami pergerakan obligasi membantu trader melihat gambaran besar pasar secara menyeluruh.