Peringatan Risiko. CFD adalah instrumen keuangan yang kompleks. Pastikan Anda memahami risikonya sebelum berdagang.

Pelajari lebih lanjut
Fusion Markets Logo

Belajar

Apa Itu Slippage?

Pelajari tentang slippage dalam trading: perbedaan antara harga masuk yang diharapkan dan harga eksekusi sebenarnya. Lihat bagaimana likuiditas, volatilitas, dan waktu memengaruhi risiko umum ini.
Pemula4 mins
YouTube thumbnail

Transkrip Video

 

Apa yang dimaksud dengan Slippage?

Slippage terjadi ketika ada perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga aktual tempat suatu transaksi dieksekusi. Ini terjadi karena harga pasar selalu berubah akibat penawaran dan permintaan, dan dalam kondisi bergerak cepat atau likuiditas rendah, pergeseran harga bisa terjadi lebih cepat daripada sistem dapat memproses order. Di pasar yang sangat likuid dengan pergerakan harga stabil, slippage biasanya lebih kecil karena banyak pembeli dan penjual yang bisa mencocokkan order dengan lancar. Namun di pasar yang volatil atau sangat tidak likuid, harga dapat melompat antara saat order ditempatkan dan dieksekusi, menghasilkan harga eksekusi yang berbeda dari yang diharapkan. Ini berarti ketika Anda menempatkan order, transaksi Anda mungkin dieksekusi pada harga berikutnya yang tersedia — bisa lebih tinggi, lebih rendah, atau sama dengan harga yang Anda inginkan.

Mari kita jelaskan cara kerjanya. Ini adalah grafik emas. Bayangkan Anda ingin membeli emas, tetapi Anda melakukan transaksi tepat saat data ekonomi penting AS dirilis. Bayangkan Anda menekan tombol buy tepat ketika berita keluar, dan hanya dalam beberapa milidetik harga langsung melonjak karena lonjakan volatilitas pasar. Lonjakan harga yang canggung ini adalah yang disebut slippage atau price gap. Karena harga melonjak begitu cepat setelah rilis berita, order buy Anda yang seharusnya tereksekusi di 3203 kini hanya dapat tereksekusi pada harga baru yang tersedia yaitu 3216. Ini adalah contoh bagus mengapa banyak trader lebih suka memperdagangkan instrumen dengan likuiditas tinggi — karena mengurangi jumlah slippage yang mungkin mereka alami.

Manfaat lain dari likuiditas tinggi adalah stabilitas harga secara keseluruhan. Likuiditas tinggi berarti harga bergerak lebih bertahap dan lebih mudah diprediksi, sedangkan pasar yang tidak likuid bisa mengalami lonjakan harga liar. Dengan kata lain, likuiditas rendah menyebabkan perilaku harga yang lebih tidak stabil atau volatilitas yang lebih tinggi. Dua grafik ini adalah contoh yang bagus untuk memvisualisasikan hal ini. Di sebelah kiri, kita memiliki pasangan EURUSD pada grafik 5 menit, dan di sebelah kanan pasangan EURNOK pada grafik 5 menit. Keduanya menunjukkan aksi harga pada hari dan sesi yang sama, dan keduanya mengandung EUR, tetapi lihat bagaimana kedua pasar ini bergerak sangat berbeda. EURUSD bergerak dengan stabil dan candle kecil, sedangkan EURNOK terlihat kacau dengan lonjakan besar, tanpa arah jelas, dan volatilitas yang tidak diinginkan. Grafik ini menunjukkan betapa pentingnya likuiditas dalam memilih simbol atau aset yang ingin Anda perdagangkan.